Sabtu, 01 Oktober 2011

pengertian mizan dan hikmahnya


Secara bahasa Mizan berarti: Apa-apa yang digunakan untuk mengukur berat dan ringannya sesuatu.
Adapun secara istilah Mizan adalah: alat yang mempunyai dua daun timbangan yang nyata yang dipasang untuk menimbang amal para hamba yang baik maupun yang buruk, tidak dapat melakukannya kecuali Allah.
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.
Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.(QS; al-A’rof 8-9)
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.(al-Anbiya’47).
Mereka itu orang-orang yang Telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.(al-Kahfi 104).
Hikmah dari adanya mizan bahwa agar manusia ingat akan kewajibannya bahwa mereka di ciptakan hanya untuk beribadah sebagai mana dalam firman allah swt :



Yang artinya : dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku


 Salah lebihnya mohon maaf.

catatan amal perbuatan manusia

Iman kepada Hari Kiamat membawa konsekuensi logis untuk iman kepada adanya catatan amal perbuatan manusia. Setiap manusia akan menerimanya pada hari pembalasn itu. Allah SWT berfirman : “ Dan setiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya sebagaimana tepatnya kalung pada lehernya. Dan kami berikan kepadanya pada hari kiamat sebuah kitab (catatan amal perbuatan) yang dijumpainya terbuka : “

Pertanggung jawaban amal perbuatan manusia di dalam islam

Manusia dapat memilih dua jalan (baik atau buruk), tetapi ia sendiri yang harus mempertanggung-jawabkan pilihannya. Manusia tidak membebani orang lain untuk memikul dosanya, tidak juga dosa orang lain dipikulkan ke atas pundaknya. Tetapi dalam Al-Quran surat Al-An'am ayat 164 dinyatakan bahwa tanggung jawab tersebut baru dituntut apabila memenuhi syaratsyarat tertentu, seperti pengetahuan, kemampuan, serta kesadaran. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul... (QS Al-Isra' [17]: 15). Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya... (QS Al-Baqarah [2]: 286) Dari gabungan kedua ayat ini, kita dapat memetik dua kaidah yang berkaitan dengan tanggung jawab, yaitu: 1. Manusia tidak diminta untuk

pertanggung jawaban dan catatan amal perbuatan + pengertian mizan

Pertanggung jawaban amal perbuatan Balasan Amal Baik dan Buruk Seluruh amal perbuatan manusia akan diadakan perhitungan dari amalan yang besar sampai yang terkecil kemudian divonis ke surga atau ke neraka, dan Allah tidak akan berbuat aniaya sedikitpun. Firman Allah SWTArtinya : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Q.S. Az-Zalzalah :

pengertian surga dan neraka

Kata “Nâr” dalam Al Quran diterjemahkan menjadi “Neraka”. Kata neraka ini berasal dari Agama Hindu “ Naraka” yang kemudian diserap menjadi neraka. Di dalam agama Islam tidak ada neraka yang ada adalah kata “Nâr”. Pengertian neraka dalam agama Hindu mungkin berbeda dengan nâr di agama Islam. Untuk mengetahui pengertian Nâr yang sesungguhnya, perlu dikaji melalui kajian kosa-kata. Menurut Ar Raghib Al Ashfahani mengatakan bahwa kata Naar dipakai menunjukkan “rasa panas”,

Akhlak ashabul kahfi

Kisah ini begitu termasyhur . Dengan kekuasaan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menidurkan sekelompok pemuda yang berlindung di sebuah gua selama 309 tahun. Apa hikmah di balik ini semua? Ashhabul Kahfi adalah para pemuda yang diberi taufik dan ilham oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mereka beriman dan mengenal Rabb mereka. Mereka mengingkari keyakinan yang dianut oleh masyarakat mereka yang menyembah berhala. Mereka hidup di tengah-tengah bangsanya sembari tetap menampakkan keimanan mereka ketika berkumpul sesama mereka, sekaligus karena khawatir akan gangguan masyarakatnya. Mereka mengatakan: رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُوْنِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا “Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi,
 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design